Rabu, 30 November 2011

Peraturan Daerah tentang RTRW

Dalam rangka membantu sosialisasi kepada masyarakat luas, berikut kami upload Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030. Semoga bermanfaat...
Untuk men-download ikuti link berikut

Jumat, 07 Oktober 2011

Wisata Pantai

Kabupaten Gunungkidul kaya akan potensi pantai. Sekitar 46 pantai yang dapat dijadikan objek wisata di Gunungkidul. Kali ini kami akan menampilkan 3 Pantai yang terdapat di sisi Tenggara, tepatnya di Kecamatan Girisubo, sebelah selatan Kecamatan Rongkop yaitu :
- Pantai Wediombo di desa Jepitu, Girisubo
- Pantai Sadeng di desa Pucung, Girisubo, dan
- Pantai Krokoh di desa Songbanyu, Girisubo
Berikut foto pantai Wediombo dan pantai Sadeng.
Gambar  Pantai Wediombo

Gambar Pantai Sadeng

Bagi yang berminat pergi ke sana, tentunya akan melintasi wilayah Kecamatan Rongkop.

Jumat, 30 September 2011

Warga Botodayaan Piket di Kuburan

Foto Ilustrasi


(Minggu, 04 September 2011)Kawanan binatang buas diduga jenis harimau berkeliaran di sejumlah wilayah kekeringan Kecamatan Rongkop, Gunungkidul dan menimbulkan keresahan warga. Binatang buas tersebut banyak dipergoki masyarakat di sejumlah tempat termasuk kompleks pemakaman (kuburan).
Akibatnya warga secara bergiliran menjaga lingkungan pemakanan agar binatang pemangsa daging itu tidak mengincar mayat yang telah dimakamkan. “Sudah sekitar satu minggu ini warga terpaksa melakukan giliran menjaga kuburan,” ujar Wasimin dan Ramdiyo warga Desa Botodayaan kepada KRjogja.com Minggu (4/9).
Dari pengalaman beberapa tahun lalu, tambahnya, ketika kekeringan terjadi banyak binatang buas keluar dari dalam goa untuk mencari air dan makanan. Salah satu dari kawanan binatang buas itu akhirnya dipergoki membongkar kuburan baru untuk memangsa mayat.
“Beruntung saat itu berhasil digagalkan dan untuk mencegah peristiwa terulang kita sepakat untuk menjaga makam ini,” kisahnya.
Warga menjaga tempat pemakaman ternyata tidak hanya terjadi di Desa Botodayaan Kecamatan Rongkop. Ngadiran (40) warga Semanu juga menyatakan tiap terjadi musim kekeringan kebiasaan menjaga lokasi pemakaman biasa dilakukan, mengingat sejumlah goa hingga saat ini masih dijadikan hunian diantaranya di Desa Candirejo, Cuwelo, Ngeposari dan sejumlah desa di Kecamatan Rongkop maupun Girisubo.

Salah satu prestasi BKM di Rongkop

Sejak tahun 2010 lalu Desa Semugih Kecamatan Rongkop,Gunungkidul,telah mendapatkan Reward sebesar  Rp.1.000.000.000 dari Kementrian Pekerjaan Umum Jakarta,pasalnya,Desa Semugih pada tahun 2005 lalu berhasil dalam peningkatan ekonomi Produktif yang diberikan oleh BLM(Bantuan Langsung Masyarakat)sebesar Rp 100.000.000 dan sampai saat ini telah berkembang dengan pesat.

Reward yang diberikan oleh Kementrian PU merupakan sebuah Prestasi yang sangat luar biasa dari Desa Semugih,melalui Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan(P2KP)y ang akan dilaksanakan pada 2011 ini dengan 3 agenda yang berupa,BLM(Bantuan Langsung Masyarakat),PLPBK(Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas),dan paket.

Saat ditemui Wartawan dibalai desa,kepala Desa Semugih Sugiyarto S.Pd.yang didampingi oleh Sekretaris TIPP(Tim Inti Perencanaan Pastisifatif)Wasdi Raharja.Sip serta ketua PLPBK Drs.Okto Bagiyo mengatakan,”kami merasa bangga karena tujuan P2KP ini pada Ibukota Kecamatan dan dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat hanya 2 Desa yaitu,Semugih dan Ponjong kebetulan keduanya dari GunungKIdul.

Semenjak tahun 2003 P2KP sudah masuk tepatnya bulan September namun 2 tahun kemudian kami baru mendapatkan dana tepatnya di Tahun 2005 melalui  Program BLM(Bantuan Langsung Masyarakat)tapi karena kami pengembangannya baik akhirnya kami pada tahun 2007 hingga 2009 lewat Program paket dari P2KP kami mendapatklan dana segar sebesar Rp.350.000.000,-yang telah kami plotkan untuk Sarana Prasarana jalan dan Penampungan Air Hujan.

Dan ditahun 2010 lalu kami memang mendapatkan reward dari Kementrian PU melalui Program BKM(Badan Keswadayaan Masyarakat)karena berhasil mengembangkan BLM ditahun 2005 lalu yang keuangannya sendiri dikelola oleh UPK(Unit Pengelola Keuangan)dan sampai sekarang sudah ada pengembangannya.”terang ketiganya

Mereka menambahkan,”untuk dana sebesar  1 m itu untuk Perencanaan Pembangunan dan Infrastrukturnya,contoh,pengelolaan Sumber Daya Air,PAH(Penampungan Air Hujan)Rehabilitasi Embung(Telaga),Reboisasi,peningkatan pengelolaan pertanian serta penataan permukiman.dan semua itu akan dijalankan pada bulan Juli besok,dengan awal pengerjaannya Sanitasi Terpadu,Jambanisasi,dan Kandang Kominal(Kelompok).cetus Ketiganya

Ketua PLPBK Drs.Okto Bagiyo menambahkan, ”Untuk semua baik berjalannya saat ini kami memang membutuhkan bebrapa Tenaga Ahli Pemasaran karena untuk mencari pendanaan yang untuk mencukupi Program ini(PLPBK)."
Sumber berita ada di  link berikut .

Pengumuman dari TNI

Bagi lulusan S1 yang berminat jadi Perwira Karier TNI, silakan link     bberikut....

Rabu, 03 Agustus 2011

Bupati Serahkan Bantuan 68 Masjid

Memasuki bulan puasa tahun 2011 ini, dengan terbagi menjadi tiga kelompok Pemkab Gunungkidul, Yogyakarta akan melakukan safari tarawih keliling ke berbagai masjid yang tersebar di 18 kecamatan. Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, Wakil Bupati, Drs. Immawan Wahyudi, M.H, dan Sekda, Drs. M. Joko Sasono memimpin rombongan secara terpisah dan bergiliran.

Dalam acara tersebut menurut rencana juga akan diserahkan bantuan dana pembangunan masjid/mushola dan buku perpustakaan secara simbolis oleh Bupati.

“Menurut rencana penyerahan bantuan uang pembangunan dan buku perpustakaan itu akan diselesaikan pada safari tarawih keliling yang hanya dilaksanakan selama 6 hari yang dimulai tanggal 4 Agustus 2011 mendatang,” ungkap Kepala Bagian Humas, Protokol dan Rumah Tangga Setda Gunungkidul, Drs. Aziz Saleh kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/8).

Sementara terpisah, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Drs. Imam Trismanto melalui stafnya, Akhsan membenarkan bahwa dalam safari tarawih itu juga akan diserahkan bantuan uang pembangunan untuk 64 masjid dan mushola dengan total dana mencapai Rp 164 juta. Sedang bantuan untuk tempat ibadah lain yakni gereja dialokasikan Rp 70 juta untuk 6 lokasi , Pura 2 lokasi Rp 15 juta serta Rp 15 juta untuk 3 lokasi Vihara.


link berita dari sini

Gonjang Ganjing Pembebasan Tanah untuk JJLS

Pembebasan tanah untuk proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta tahun 2011 ini masih terganjal belum adanya kesepakatan harga tanah antara pemkab dan warga di dua desa yakni Monggol, Kecamatan Saptosari dan Karangasem, Kecamatan Paliyan.

Demikian kata salah satu anggota panitia sembilan pengadaan tanah JJLS 2011 yang juga Kepala Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan Setda Gunungkidul, Ir. Eddy Praptono, M.Si melalui stafnya Agus Nurcahyo kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/8).

“Beberapa kali musyawarah telah dilakukan oleh Panitia Sembilan untuk menentukan kesepakatan harga tanah berikut, karang kitri (tanaman) maupun bangunan di atasnya, namun sampai hari ini belum ada titik temu. Warga di dua desa itu masih bersikukuh mematok harga tanah permeter yang cukup tinggi. Warga Monggol minta Rp 140.000/meter kategori pekarangan dan Rp 125.000/meter untuk tegalan. Sedang di Karangasem, warga mengajukan harga permeter untuk pekarangan Rp 125.000 dan Rp 95.000 untuk tegalan,” jawab Agus agak ragu lantaran sebelumnya atasannya tidak bersedia berkomentar kepada wartawan.

Sementara itu, lanjut Agus, pengadaan tanah JJLS tahun 2011 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pemkab hanya menggunakan 2 kategori (zona) harga tanah yakni pekarangan dan tegalan, sekarang menggunakan 6 zona harga. Keenam zona tersebut meliputi tanah pekarangan di tepi jalan raya, tanah tegalan di tepi jalan raya, tanah pekarangan di tepi jalan lingkungan, tanah tegalan di tepi jalan lingkungan, tanah pekarangan dan tegalan yang tidak bersinggungan dengan jalan.

Agus menjelaskan total anggaran pengadaan tanah JJLS tahun 2011 mencapai Rp 3,9 milyar terdiri dari Rp 3,5 M APBD Provinsi dan sekitar Rp 400 juta APBD Gunungkidul rencananya akan digunakan untuk membebaskan tanah sekitar 30.000 meter persegi.  Namun dana tersebut saat ini tinggal sekitar Rp 3,3 Milyar saja karena telah digunakan untuk membayar sebagian pembebasan tanah JJLS tahun 2010 lalu menelan Rp 600 juta.

“Jika dalam waktu sepuluh hari setelah rapat Panitia Sembilan tanggal 27 Juli kemarin, atau tepatnya sampai dengan tanggal 7 Agustus mendatang belum juga ada titik temu/kesepakatan harga antara panitia dengan warga, maka rencananya pembebasan tanah akan ditunda atau dialihkan ke jalur JJLS lain seperti di Kepek dan Jetis di Kecamatan Saptosari dan Girijati di Kecamatan Purwosari,” ungkap Agus.

Sementara itu Sumiyardi, warga Monggol yang tanahnya akan terlewati JJLS dan Drs. Suprabawa Ketua BPD setempat yang dihubungi terpisah menuturkan bahwa warga yang tanahnya akan jalan jalur JJLS tetap bersekukuh dengan harga minimal sama dengan pembebasan tahun 2010 lalu. Permintaan harga tersebut menurut mereka masih dalam batas kewajaran, karena logikanya setiap tahun harga tanah akan semakin mahal, bukan semakin murah.

“Jika hanya karena ketidaksepakatan harga kemudian pemkab akan mengalihkan atau menunda pelaksanakan ganti rugi tanah melalui jalur lain, ya… tidak menjadi masalah. Toh warga juga tidak merasa dirugikan,” ujar mereka.
Diketahui bahwa untuk pelaksanaan proyek JJLS Kabupaten Gunungkidul sejak tahun 2005 hingga 2010 lalu, pemerintah baru membebaskan tanah sekitar 23 kilometer dari rencana total panjang JJLS yang mencapai 82,5 kilometer.
Pemkab Gunungkidul sendiri sampai saat ini belum dapat memastikan target selesainya proyek JJLS karena masalah klasik, terbatasnya anggaran.
link berita dari sini

Sabtu, 30 Juli 2011

Kegiatan Peringatan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI

Dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI Kecamatan Rongkop melaksanakan berbagai kegiatan lomba/pertandingan antara lain volley ball, baca puisi, badminton, kreatifitas anak TK dan jalan Sehat. Berikut beberapa foto kegiatan tersebut...






Senin, 25 Juli 2011

Potensi Wisata yang baru tren di Gunungkidul

Goa Pindul di Gunung Kidul Yogya, Menikmati Sungai Bawah Tanah

HL | 14 May 2011 | 01:48 1152 15 2 dari 2 Kompasianer menilai aktual

Wisata ke Gunung kidul Yogya,.. aakh pilihan pasti jatuh ke wisata Pantai karena pantai disana memang indah dengan pasir putih dan lingkungan yang masih natural (alami)  seperti Pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak dan masih ada beberapa lagi.
13053047301059526332
Pantai Kukup
Sejak kuliah dulu kalau ke Gunung kidul pasti ke pantai…obyek lain yang menarik apa lagi..????
Kebetulan ada teman yang kirim informasi untuk mencoba Goa Pindul, katanya disana kita akan diajak menelusuri sungai bawah tanah sambil melihat stlagtit dan stalagmit yang mempesona. Wah dapat alternatif yang bagus karena dari dulu sungai bawah tanah cuma dengar dari dosen atau baca buku……..
Goa Pindul terletak di Desa Beji, kecamatan Karang mojo, Kabupaten Gunungkidul, kira-kira 10 km dari kota Wonosari (ibukota Gunungkidul), perjalanan dari Yogya ditempuh sekitar 1,5 jam.  Pengelolaan wisata ini diserahkan kepada penduduk desa setempat, tarifnya cukup murah yaitu Rp 30.000,- untuk menyusuri Goa Pindul (+ Goa Gelatik) dan Rp 75.000,- untuk menyusuri Goa dan sungai Oyo. Tarif ini sudah termasuk untuk Pemandu (setiap 2-3 orang dengan 1 pemandu), Ban, alat pelampung, sepatu, helm, Bakso, Teh/Teh Rasela serta Degan (kelapa Hijau).
13053073051733997238
Robongan siap tempur (perlengkapan:Helm, Pelampung dan sepatu)
Sampai ditempat tujuan kami mendapatkan pengarahan serta perlengkapan keselamatan seperti Helm, Pelampung dan Helm (termasuk ban), setelah berdoa bersama selanjutnya berjalan menuju sungai yang lokasinya sekitar 100 meter.
1305308780732507107
Masuk ke Goa Pindul
Masuk Goa Pindul dengan duduk diatas ban,  awalnya masih ada cahaya  tetapi makin kedalam makin gelap (penerangan dari pemandu dengan lampu senter di helm)
13053093146988188
Salah satu stalagmit didalam gua
13053096971686946604
Stalagmit terbesar
Didalam goa terdapat Stalagmit besar yang masuk kedalam air, disamping itu juga ada stalagtit seperti lingga dimana menurut pemandu untuk kaum pria yang bisa memegang dapat lebih perkasa sedangkan untuk putri ada stalagtit mutiara dimana untuk wanita diharapkan dapat cuci muka dengan tetesan airnya agar awet muda dan tambah cantik (maaf foto tidak kami tampilkan…………biar penasaran). Ada lagi stalagmit tirai, mungkin karena bentuknya seperti tirai (menurut saya bentuknya kayak jamur).
13053104661849058195
kenampakan Goa Pindul dari luar
Setelah selesai menikmati Goa Pindul rombongan kembali ke base camp disuguhi bakso serta teh manis atau teh rasela (buatan desa setempat, rasanya manis dan asem). Setelah istirahat sejenak rombongan diangkut dengan kendaraan menuju kali Oyo.
1305310947458279135
Menyususri Kali Oyo
Selain arusnya cukup deras (kebetulan malam sebelumnya hujan deras), pemandangan dikanan-kiri juga menarik dimana kita bisa melihat struktur lapisan batuan dengan jelas, air jeram dan juga bonus…..”warga yang sedang mandi di kali”
13053114391320477692
Air terjun kecil
1305311825316531558
air terjun kecil (tampak depan)
Selesai ditempat yang ditentukan rombongan dijemput kendaraan untuk kembali ke base camp menikmati kelapa muda dan makan (dari bekal sendiri).
Tak terasa hari telah menjelang sore, rombongan kembali ke Yogya setelah mampir di Bobung, untuk beli oleh-oleh kerajinan topeng batik.
Goa Pindul benar-benar menarik……….Wonderfullhttp://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/05/14/goa-pindul-di-gunung-kidul-yogya-menikmati-sungai-bawah-tanah/
atau http://jogja.tribunnews.com/2011/01/15/wah-asyik...susur-goa-pindul-sembari-berenang

Rabu, 20 Juli 2011

Kades Bohol Maju ke Tingkat Nasional Lomba Penghijauan

berita2.com, (Gunungkidul, Yogyakarta): Widodo S.IP, Kepala Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul melaju tingkat nasional Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari tahun 2011 setelah sebelumnya ia menyabet juara pertama even yang sama tingkat Provinsi DIY yang diselenggarakan pertengahan bulan Juni lalu.

Kepada wartawan di kediamannya, Selasa (19/7/2011) Widodo mengatakan bahwa belum lama ini pihak menerima hasil pengumuman sebagai juara pertama Lomba Penghijauan Dan Konservasi Alam Wana Lestari berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 129 tahun 2011. Oleh karena itu ia berhak maju tingkat nasional mewakili Provinsi DIY ke Jakarta bulan Agustus mendatang.

“Benar, saya mendapat juara pertama lomba penghijauan dan konservasi alam 2011. Penilaian tingkat provinsi dilakukan tanggal 5 Mei lalu. Penilaian tingkat nasional dilakukan pada 14 Juni lalu dengan menerjunkan empat personil tim penilai dari Jakarta datang ke lokasi sampel. Sampai saat ini kami masih menunggu hasilnya. Yang  jelas tanggal 17 Agustus mendatang saya dapat undangan ke Jakarta guna mengikuti upacara bendera di istana Negara bersama presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk kedua kalinya,” ungkap Widodo sambil menunjukkan pengumuman hasil lomba tingkat Provinsi.

Beberapa lokasi sampel lomba penghijauan dan konservasi alam di Desa Bohol, lanjut Widodo, meliputi Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) Margo Mulyo di Padukuhan Belang, KTHR Maju Bersama Padukuhan Ngasem Kidul, KTHR Karya Mukti Padukuhan Gamping, kelompok GNRHL Harapan Subur Padukuhan Bamban, kelompok GNRHL Sido Makmur di Padukuhan Wuru, serta peninjauan Telaga Wuru yang tidak pernah kering sepanjang musim.

Ia menjelaskan salah satu nilai plus Desa Bohol di mata tim penilai yaitu keberhasilan dalam meminimalisasi lahan kritis dimana pada tahun 2005 lalu mencapai 123 hektar. Namun sejak adanya gerakan penghijauan yang dicanangkan  pemerintah pusat hingga tahun 2010 lalu dengan diimbangi partisipasi swadaya masyarakat, lahan kritis hanya tersisa sekitar 23 hektar yakni berlokasi di Bulak Tingkes dan Bulak Pudak, atau sekitar 4,5 % dari total luas Desa Bohol yang mencapai 504,9 ha. (Wheny Marissa)
http://www.berita2.com/daerah/138-yogyakarta/10297-kades-bohol-maju-ke-tingkat-nasional-lomba-penghijauan.html