Foto Ilustrasi
Akibatnya warga secara bergiliran menjaga lingkungan pemakanan agar binatang pemangsa daging itu tidak mengincar mayat yang telah dimakamkan. “Sudah sekitar satu minggu ini warga terpaksa melakukan giliran menjaga kuburan,” ujar Wasimin dan Ramdiyo warga Desa Botodayaan kepada KRjogja.com Minggu (4/9).
Dari pengalaman beberapa tahun lalu, tambahnya, ketika kekeringan terjadi banyak binatang buas keluar dari dalam goa untuk mencari air dan makanan. Salah satu dari kawanan binatang buas itu akhirnya dipergoki membongkar kuburan baru untuk memangsa mayat.
“Beruntung saat itu berhasil digagalkan dan untuk mencegah peristiwa terulang kita sepakat untuk menjaga makam ini,” kisahnya.
Warga menjaga tempat pemakaman ternyata tidak hanya terjadi di Desa Botodayaan Kecamatan Rongkop. Ngadiran (40) warga Semanu juga menyatakan tiap terjadi musim kekeringan kebiasaan menjaga lokasi pemakaman biasa dilakukan, mengingat sejumlah goa hingga saat ini masih dijadikan hunian diantaranya di Desa Candirejo, Cuwelo, Ngeposari dan sejumlah desa di Kecamatan Rongkop maupun Girisubo.

wuhhh seremmm banget...
BalasHapushehe...
by : anak botodayaan